Jumat, 19 Desember 2008

Doa Yang Terkabul

Suatu ketika ada seorang manusia sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat. Seorang manusia itu mencari - cari teman yang belum dia ketahui dimana dia berada saat itu. Bertahun - tahun dia mengembara dari satu tempat ke tempat lain, dari kota ke kota yang lain.

Selama dia dalam perjalanan dia bertemu dengan bermacam - macam tipe manusia. Dia berusaha dekat dengan satu orang manusia yang lain dan bergaulah dia dengan dia. Hari demi hari dia selalu berdua , terasa dunia ini adalah milik mereka berdua. Bulan pun berganti bulan , tahun berganti tahun telah mereka lalui. Mereka merasa itu sudah pas , sehingga tidak dapat dipisahkan lagi. Mereka beranggapan bahwa dunia telah memiliki dunia ini. Bahkan terkadang siapapun yang menghalangi langkah - langkah mereka dia terjang begitu saja tanpa pemikiran mendalam.

Suatu saat sang manusia pencari tersebut tersesat, bahwa mereka telah salah jalan. Tetapi teman tetap bersikukuh bahwa dia tidak salah jalan. Tapi karena seorang manusia yang tahu bahwa telah tersesat ini masih belum tersesat , di ikutinyalah kemana saja temannya mengajak. Dan bukannya semakin menjadi baik jalan didepan tapi si manusia yang tahu bahwa ini sudah jauh tersesat. 

Menyadari langkahnya yang tersesat itulah sang manusia ini berhenti dan bertanya kepada yang ditemuinya diperjalanan itu. Sang teman ketika diberitahukan bahwa jalannya susah sesat tetap saja tidak menghiraukan. Meskipun tahu jalan sesat sang teman terus berjalan, tetapi tidak dengan sang manusia yang sadar kalau dia sudah tersesat jauh. Dia coba untuk mengkoreksi diri, setelah tahu bahwa jalannya sesat dia coba untuk mencari jalan lain. Sang manusia itu dengan sangat terpaksa dan sekuatnya dia berpisah dari teman pertamanya. Dia Keluarkan dan menjauh. Berharap akan mendapatkan jalan yang lurus ataupun sama dengan yang dia harapkan. Di tengah perjalanan dia bertemu dengan seorang bijak yang mengatakan dia harus begini dan begitu. Dia ikutin tapi masih dengan sembunyi - sembunyi dia mencoba mencari jalan lain. 

Tanpa dia sadari ternyata dia , masuk ke jalan yang berbeda dengan yang orang bijak itu sarankan. Dalam perjalanan itu dia bertemu teman yang baru, waktu terus berjalan sekian lama tapi tanpa sadar dia telah salah jalan. Sekian lama pengembara itu berjalan tanpa arah yang jelas. Berharap mendapatkan jalan yang lurus tapi jalan berbelok - belok terus yang ada di depannya. Dia semakin merasa ada yang aneh dalam perjalanan itu pernah bertemu dengan teman yang pertama dia temui. Si manusia ini selanjutnya berfikir sejenak bahwa jalan dia yang sekarang adalah sesat juga. Akhirnya berhentilah sejenak si manusia ini, sambil memberi tahukan kepada teman barunya bahwa langkah kita seharusnya tidak lewat sini. Tetapi sang teman tetap tidak menghiraukan si manusia ini.

Hingga akhirnya si manusia itu berdoa kepada yang pencipta untuk diberikan ampunan karena telah salah jalan dan telah melanggarkan larangannya sadar ataupun tidak. Kesadaran si manusia terus bertambah ketika terdengar alunan syair dengan judul kami harus kembali. Terasa begitu menyentuh batin dia, bahwa ia telah salah jalan. Bukan saja telah salah jalan tapi juga salah memilih teman. 

Berhari - hari dia terus memohon agar diberikan ampunan atas apa yang telah diperbuat, berhari - hari dan bahkan berbulan - bulan dia berharap agar teman baru dan temannya itu bisa ikut kembali ke jalan yang lurus. Meski dia sendiri belum yakin betul bahwa permintaan ampunannya diterima oleh sang Pencipta. 

Terus dia berdoa memohon dan memohon dengan kerendahan hati. Dia meminta agar diberikan petunjuk jalan yang lurus dan diberikan teman sebagai pendamping diantara mereka berdua dan berharap mereka kembali ke jalan yang lurus. 

Dalam perjalanan dan penantian agar keinginan atau harapan itu terwujud, dia bertemu dengan orang bijak yang pernah ia temui. Disampaikannyalah ke inginan itu dengan bahasa yang lebih bisa dipahami. Tetapi orang bijak tersebut berpesan lain dari yang di inginkan sang manusia itu. Dimintanya sang manusia tersebut untuk sabar dan mengikuti pesan orang bijak tersebut. 

Berhari - hari , pekan  demi pekan dia lewati, dan bulan - bulan berganti bulan dia lewati. Akhirnya baru dia diminta datang dan menemani orang bijak tersebut. Terjadilah komunikasi , komunikasi yang cenderung hanya prolog.  Dari prolog itulah terus dijalin komunikasi yang lebih intens tentang apa yang akan dihadapi ke depan. Mulanya sang manusia tersebut tidak menyadari dan ikut saja, sebagai mana pesan dari sang bijak dengan tetap berdoa kepada sang Pencipta.

Akhirnya hari saat dimana prolog ikut bermula menjadi sebuah peristiwa yang sangat berarti, tetapi sang manusia itu masih belum menyadari bahwa itu adalah hari yang paling penting. Masih ada ketidak percayaan bahwa itu adalah hari yang paling berakhir. Hari dimana dia ikat oleh suatu perjanjian teman yang sebenarnya yaitu teman sejati. Bukan teman sesaat ataupun teman yang sesat. Teman kali ini adalah teman yang akan melindungi, mengayomi , mengarahkan dan mendidik kearah yang lurus.

Malam pertama dia lewati dengan sang teman yang baru dia kenal melalui sang bijak, tanpa keyakinan bahwa itu adalah nyata. Masih  berada dalam hatinya akan rasa herannya bahwa ada teman yang seperti ini. Sehingga karena belum yakinnya bahwa ini adalah teman yang sebenarnya teman, teman untuk selamanya. 

Akhirnya sang manusia itupun berkata : "Yaa, Allah. Yaa Rabb Kami. Engkau telah berikan apa yang aku butuhkan, bukan yang aku inginkan."

Itulah sekelumit cerita seorang anak manusia yang dalam perjalanannya selalu penuh rintangan dalam mencari jalan yang lurus. Ada beberapa pelajaran (hikmah) yang dapat kita ambil disini:

1. Pilihlah teman yang benar

Berteman boleh tapi haruslah kita bisa memilih dan memilah teman , mana yang benar dan mana yang salah. Apabila ada teman kita salah segeralah kita ingatkan dan jangan ikuti kesalahan dia. Ukuran benar bukan dari logika saja tapi haruslah dari syariat islam. Karena kebenaran yang mutlak hanyalah islam.

2. Belajarlah dari kesalahan

Belajar selain di sekolah juga karena kesalahan dari pribadi kita atau orang lain. Pelajari kesalahannya jangan ulangi itu.

3. Saran Orang Yang lebih dewasa atau Faham

Terkadang kita merasa yang paling benar,tapi ternyata itu belum tentu. Jadi Perlu kita dengarkan dan ikut saran atau pesan dari orang yang lebih faham.

4. Selalu Bergantung kepada Sang Pencipta

Seberapa besar dan seberapa kuatnya manusia , tetap membutuhkan petunjuk dari sang Pencipta. Karena kita tidak tahu jalan yang ada didepan kita arahnya kemana , dengan cahaya ataupun petunjuk dari Nya kita dapat sampai ke tujuan.

5. Keinganan Tidak Sama Dengan Kebutuhan

Dengan kisah ini kita semakin tahu bahwa dalam hidup kita diberikan keinginan. Setiap manusia dari bayi pasti punya keinginan. Banyak keinginan yang sering kita sampaikan dan terkadang kita sering memaksakan agar keinginan itu bisa kita dapatkan. Ternyata Allah Sang Pencipta memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Sehingga Keinginan belum tentu kebutuhan, tapi kebutuhan sudah pasti keinginan. 

Itulah sebenarnya doa dari kita, Doa yang terkabul bukan keinginan yang terlaksana.

Tahun Depan

Tidak terasa kita sudah di penghujung tahun, baik tahun Hijriah atau masehi. Sebagian dari kita mulai sibuk menyiapkan acara penyambutan tahun baru. Sebagian yang lain sibuk dengan seabreg pekerjaan untuk laporan akhir tahun.

Bagi para pekerja yang dituntut untuk menyiapkan laporan akhir tahun dan pekerjaan terasa sangat membebankan apabila tidak di kerjakan sedikit demi sedikit. Terkadang rasanya iri melihat orang lain yang bisa berlibur ataupun bisa santai disaat akhir tahun. Itu saya rasakan pada saat saya bekerja di suatu perusahaan yang bergerak dibidang ritail. Setiap tanggal merah walaupun saya berada dibagian IT tetap saja harus masuk, itulah derita karyawan IT(salah satunya).

Alhamdulillah , untuk akhir tahun ini saya bisa mengambil cuti meskipun cuti saya dipotong jadi 4 hari dari yang semula 7 hari. Tapi tidak masalah deh asalkan kita bisa mengambil dikesempatan lain. Yang jadi masalah adalah sudahkah kita menyusun rencana untuk tahun depan?

Pada prinsip saya adalah apabila kita tidak punya rencana ke depan maka kita berarti sadar atau tidak kita telah berencana untuk gagal. Dan rencana kita haruslah jelas terarah, dan senantiasa dievaluasi karena boleh jadi dalam perjalanan apa yang telah kita rencanakan perlu perubahan sedikit ataupun banyak.  Jadi teruslah berencana karena orang sukses karena mereka berencana untuk sukses. Semoga Sukses di tahun - tahun depan

Selasa, 16 Desember 2008

Siapakah Orang Yang ......

Siapakah orang yang sibuk? Orang yang sibuk adalah
orang yang mengabaikan akan waktu sholatnya
seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan
Nabi 
Sulaiman a.s 

Siapakah orang yang manis senyumanya? Orang yang
mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang
ditimpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna
illaihi rajiuun." Lalu ! sambil 
berkata,"Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini",
sambil mengukir senyuman. 

Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang
yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan
kenikmatan dunia yang sementara ini. 

Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah
orang tidak puas dengan nikmat yang ada, sentiasa
menumpuk harta untuk kepuasannya sendiri.  

Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang
yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat
untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan. 

Siapakah orang yang paling cantik? Orang yang paling
cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik
dan mulia.  

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah
orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana
kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang. 

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi
dihimpit? Orang yang mempunyai rumah yang sempit
adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal
kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya. 

Siapakah orang yang mempunyai akal? Orang yang
mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga
kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia
untuk menghindari siksa neraka.

Senin, 15 Desember 2008

Bush dan Sepatu

Berita Bush dilempar sepatu , terasa mengejutkan bagi saya . Presiden yang sebuah negara yang paling terkena dampak krisis global saat ini ternyata menjadi korban pelemparan sepatu pada saat jumpa press saat kunjungan ke irak.

Walaupun hal tersebut tidak mengenai kepala dia, tapi ini semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. Bila kita melihat kebelakang sebentar apa sebab terjadi pelemparan sepatu itu, saya secara pribadi beranggapan itu mungkin karena sang pelaku tahu bahwa bush telah berbuat salah terhadap invasinya ke irak yang dulu menganggap bahwa irak mempunyai senjata kimia  pemusnah massal. Namun sampai menjelang berakhirnya masa jabatannya ternyata dia minta maaf dan mengakui ternyata tidak ada senjata pemusnah massal.

Bagi pelaku pelemparan sepatu, mungkin penyataan minta maaf tidaklah sebanding dengan kerusakan dan kerugian yang diderita negara dan warga negara irak baik materi maupun immateri. Sehingga layak mendapatkan lemparan sepatu.

Sewajarnya lah bush mampu memaafkan lemparan sepatu itu , karena kalau pun kena masih belum sebanding penderitaan warga irak.

Kamis, 11 Desember 2008

Lafad Allah Hiasi Langit Masjidil Haram

Lafad Allah Hiasi Langit Masjidil Haram
Muhammad Nur Hayid - detikNews
 
Makkah - Subhanallah, Allahu Akbar itulah suasana saat beberapa jamaah haji melihat jeleretan awan yang membentuk tulisan Allah di atas langit Masjidil Haram. Kekhusu'an jamaah haji yang twowaf pun semakin menjadi-jadi sambil melambaikan doa-doa dengan keras.

Wartawan detikcom Muhammad Nur Hayid yang menyaksikan langsung jeleretan awan bertuliskan lafad Allah itu hanya bisa mengucapkan subhanallla... Allahu Akbar. Setelah diamati, semua langit di atas Masjidil Haram saat itu, sekitar pukul 09.00 WAS (10 dzulhijjah) berwarna biru terang. Jadi sangat jelas sekali
jeleretan lafald Allah itu.

Sayangnya, lafad jalalah itu gagal diabadikan oleh wartawan detikcom karena situasi saat itu sangat padat akibat semua jamaah haji memilih langsung melaksanakan tawaf ifadah setelah melontar jumrah aqobah.

Ruang berhenti untuk mengambil camera di tas dan memotret foto itu gagal dilakukan karena kondisi saling dorong antar jamaah yang terus bergerak menyelesaikan 7 putaran.

Wartawan RRI Nurhanuddin yang ikut menyaksikan lafad Allah itu hanya bisa mengucapkan tasbih dan takbit berkali-kali. ia sangat senang karena dapat menyaksikan kebesaran Allah secara langsung berupa tulisan lafald allah di atas masjidil haram dalam keadaan tawaf ifadah.

"Subhanallah.. Subhallah.. Allah Akbar .. Allahu Akbar...ini kebesaran Allah yang ditunjukkan pada kita," katanya di sela tawaf pada detikcom.

Usai tawaf, Nur menyampaikan pada detikcom rasa syukurnya pada Allah atas kemurahannya menunjukkan lafald Allah. 

"Alhamdulillah, kalau saya langsung tawaf semalam, mungkin nggak bisa lihat ini. ini bukti Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Semoga doa kita dikabulkan dan jadi haji mabrur," kata Nurhanudin 

Hal yang sama disampaikan Novelisa, menurutnya munculnya lafad allah di atas langit masjidil haramini merupakan bukti kebesaran allah yang ditunjukkan pada hambanya yang sedang menyelesaikan prosesi ibadah haji setelah wukuf di arafah.

"Subhanallah, ini kebesaran Allah. alhamdulillah. saya dapat menyaksikan langsung. Semoga kita mendapatkan haji mabrur," katanya

Setelah dua kali putaran, wartawan detikcom Muhammmad Nur Hayid sudah melihat jeleretan awan yang membentuk lafad allah itu mulai melebar. putaran ke 3 lafad Allah yang terletak diatas maqom ibrahim lurus dengan daerah multazam itu sudah kabur dan dan tek terlihat lagi tulisannya.

Subhanallah. astagrifullah....... hanya kata-kata itulah yang keluar saat melihat keajaiban ini. Memang setiap kali menaiki pesawat, wartawan detikcom berusaha untuk duduk di pinggir jendela. Harapannya dapat memotret awan-awan yang melihat lafad allah.

Sayangnya, Allah belum berkehandak. Justru disaat yang tidak direncanakan itulah Allah menunjukkan kebesarannya langsung kalimah Allah di atas langit masjidil haram.

subhanallah.. Allahuakbar...la ilaaha illallah, Muhammad rasulullah SAW. Allahummajalna hajjana hajjan mabruro wasa'yammaskuro wadanbam magfuro watijarotan lan taburo...Amin