Kamis, 14 Juli 2011

Sudahkah Benar Model Pendidikan Kita

Untuk apa kita sekolah?

Untuk apa kita belajar?

Apakah menjamin kalo kita sekolah kita akan berhasil?

Apa kalo pendidikannya tinggi dijamin dapat pekerjaan?

Ada banyak orang yang sarjana tetapi menganggur?

Pertanyaan seperti itu sering kita dengar dimasyarakat kita bahkan dimasyarakat masih ada pandangan buat apa sekolah tinggi - tinggi kalo ujung - ujungnya di dapur juga. Pemahaman tersebut masih sering kita dengar meskipun sekarang sudah era digital dan internet yang semua informasi dengan mudahnya kita dapati.

Dalam suatu seminar pendidikan tentang Multiintelegentia sang narasumber menyampaikan apa sebabnya program belajar dilakukan di ruang kelas. Sang narasumber menyampaikan bahwa belajar diruang kelas dilatarbelakangi oleh adanya revolusi industri. Bahwa industri pada saat itu membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai sesuai dengan kebutuhan industri saat itu.

Dari kasus tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa pendidikan sistem kelas pada saat itu dipersiapkan untuk satu kata dan satu arah. Sehingga terkesan seperti robot dimana taat kepada pemberi materi atau guru bahkan sesuai pesanan.

Apakah konsep pendidikan masih dipakai dinegeri ini? pembaca bisa menilai sendiri. Sering kita lihat bahwa lulusan pendidikan kita dibandingkan dengan keberhasilan sangat jauh. Misalkan jika kita bandingkan dengan produksi mobil bisa mentargetkan boleh gagal produksi sebesar 1%. Tetapi dari lulusan pendidikan kita kebalikannya justru hanya 1 % yang boleh dikatanya berhasil.

Ini Kesalahan sistem pendidikan kita atau yang membuat sistem pendidikannya. Karena kalau kita tanyakan kepada pemerintah nama pejabat yang bersangkutan saling membela diri. Jadi solusinya Ayo Kita Membuat Pendidikan Alternatif yang sesuai harapan kita. Menjadikan Anak Kita Menjadi Sukses Sesuai Bidang Minat dan Bakatnya.