Taubatnya Pelaku Maksiat
Pada suatu hari bertemulah kedua orang
itu, dengan segera Zandarpun menghampiri Ulama itu, sehingga mereka
saling bercakap-cakap.
Zandar : wahai
Ibrohim, aku telah mengetahui tentangmu, dan kau adalah seorang ulama
yang alim,"bolehkah aku bertanya kepadamu tentang sesuatu yang belum aku
ketahui. lalu sang ulamapun berkata"katakanlah wahai anak mudah,apakah
yang ingin kau katakan".
dan Zandarpun mengutarakan pertanyaannya,"wahai
Ibrohim aku adalah seorang pelaku maksiat.adakah amalan yang
membolehkanku tetap untuk bermaksiat,apakah ada amalan yang
membolehkanku berbuat kekacauan, dan apakah ada amalan yang
membolehkanku berbuat apapun didunia ini." Dan ketika itupun Sang ulama terdiam sejenak, dan berkata pada pelaku maksiat itu.dengan nada lembut sang ulama berkata,"ADA' yaa,..ada lima amalan yang membolehkanmu berbuat maksiat sesukamu."
yang pertama.:kau boleh melakukan maksiat kepada siapapun, tetapi jangan sekali-kali kau meminta rezeki kepada Allah swt. lalu Zandarpun terdiam sejenak.
SAHABAT KITA TAHU REZEKI ITU DATANGNYA DARI ALLAH , JAUH SEBELUM KITA MASUK KEDALAM DUNIA INI,TELAH ALLAH TETAPKAN REZEKI UNTUK KITA
Al Baqarah ( 2 ) : 172
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ
لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Hai
orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik
yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika
benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
Zandarpun
berfikir".'bagaimana mungkin aku bisa mencari rezeki tanpa aku minta
kepada Allah swt,sedangkan aku tahu bahwa rezeki itu datangnya dari
Allah.
namun Zandar tetap ingin mengetahui jawaban selanjutnya.lalu apalagi"tegas Zandar.
yang kedua : kau boleh melakukan maksiat sesukamu,tetapi jangan sekali-kali kau melakukan hal itu di bumi Allah swt.Zandarpun kembali terdiam
SAHABAT,BAGAIMANA
MUNGKIN KITA DAPAT MELAKUKAN MAKSIAT DITEMPAT LAIN,PADAHAL KITA HIDUP
DIBUMI INI, KITA TINGGAL DIBUMI YANG ALLAH SWT LAH PENCIPTANYA DAN KITA TAHU KITA TIDAK MUNGKIN BISA MELAKUKAN MAKSIAT DITEMPAT LAIN.
[(Dialah) Yang menjadikan untukmu bumi
sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air
(hujan) dari langit, lalu Dia mengeluarkan dengan hujan itu
buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kalian
mengadakan bagi Allah sekutu-sekutu, padahal kalian mengetahui.
rasa penasaran Zandarpun semakin besar,dan Zandarpun berkata,"lalu apalagi"
yang ketiga :kau boleh melakukan maksiat asalkan kau bisa hidup selama-lamanya.Zandarpun berfikir kembali
BAGAIMANA MUNGKIN KITA BISA HIDUP
SELAMA-LAMANYA,PADAHAL KITA TAHU SEMUA YANG BERNAFAS PASTI AKAN
MENGALAMI MATI,DAN TAK ADA SEORANG[UN YANG DAPAT MEMAJUKAN ATAU
MEMANJANGKAN UMURNYA WALAUPUN HANYA SATU DETIK.
dengan perasaan malu Zandarpun tetap ingin mengetahui jawaban selanjutnya
yang
keempat :kau boleh melakukan maksiat asalkan ketika kau berada dialam
kubur ataupun ketika kau berada di dalam neraka,namun kau bisa menyuap
para malaikat Allah.
BAGAIMANA MUNGKIN KITA DAPAT MENYUAP PARA MALAIKAT ALLAH,PADAHAL KITA TAHU MALAIKAT ADALAH MAKHLUK YANG PALING TAAT KEPADA ALLAH
dan sang ulama itupun langsung meneruskan jawabannya yang terakhir
yang
kelima atau yang terakhir : kau boleh melakukan apapun yang ingin kau
lakukan sesukamu,asalkan kau melakukannya tanpa diketahui oleh
siapapusegala perbuatan apapun yang kita lakukan , n.
MENDENGAN
KATA SIAPAPUN PASTI KITA BERFIKIR,,MUNGKIN KITA BISA MENGHINDAR DARI
DARI PANDANGAN MANUSIA, NAMUN TIDAK MUNGKIN BISA MENGHINDAR DARI
PANDANGAN ALLAH SWT.AIR HUJAN YANG TURUN DIBUMI INIPUN DAPAT DIHITUNG
OLEH ALLAH, APALAGI PERBUATAN KITA.
daan
ketika itupun Zandar menangis dan bertaubat kepada Allah atas
perbuatannya yang terdahulu.dan iapun berjanji tidak akan mengulanginya
lagi..
wahai paara pembaca.dari kisah ini kita
dapat mengambil hikmah, bahwa segala perbuatan apapun yang kita lakukan
, baik ataupun buruk akan diketahui oleh Allah swt.jadi berfikirlah
dahulu ketika kita akan melakukan sesuatu
semoga dari kisah ini dapat menghindarkan kita dari perbuatan buruk..AMIN
sumber : http://solidaritasklasik.blogspot.com/2011/08/taubatnya-pelaku-maksiat.html
sumber : http://solidaritasklasik.blogspot.com/2011/08/taubatnya-pelaku-maksiat.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar