Jumat, 30 Maret 2012

Taubatnya Pelaku Maksiat

Taubatnya Pelaku Maksiat

          Pada pertengahan abad silam ada sebuah kisah tentang seorang pelaku maksiat.kita sebut saja namanya Zandar dan seorang ulama yang alim yang namanya adalah Ibrohim.

Pada suatu hari bertemulah kedua orang itu, dengan segera Zandarpun menghampiri Ulama itu, sehingga mereka saling bercakap-cakap.
Zandar : wahai Ibrohim, aku telah mengetahui tentangmu, dan kau adalah seorang ulama yang alim,"bolehkah aku bertanya kepadamu tentang sesuatu yang belum aku ketahui. lalu sang ulamapun berkata"katakanlah wahai anak mudah,apakah yang ingin kau katakan".
dan Zandarpun mengutarakan pertanyaannya,"wahai Ibrohim aku adalah seorang pelaku maksiat.adakah amalan yang membolehkanku tetap untuk bermaksiat,apakah ada amalan yang membolehkanku berbuat kekacauan, dan apakah ada amalan yang membolehkanku berbuat apapun didunia ini."
Dan ketika itupun Sang ulama terdiam sejenak, dan berkata pada pelaku maksiat itu.dengan nada lembut sang ulama berkata,"ADA' yaa,..ada lima amalan yang membolehkanmu berbuat maksiat sesukamu."

yang pertama.:kau boleh melakukan maksiat kepada siapapun, tetapi jangan sekali-kali kau meminta rezeki kepada Allah swt. lalu Zandarpun terdiam sejenak.
SAHABAT KITA TAHU REZEKI ITU DATANGNYA DARI ALLAH , JAUH SEBELUM KITA MASUK KEDALAM DUNIA INI,TELAH ALLAH TETAPKAN REZEKI UNTUK KITA

Al Baqarah ( 2 ) : 172
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ 
لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
 “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
Zandarpun berfikir".'bagaimana mungkin aku bisa mencari rezeki tanpa aku minta kepada Allah swt,sedangkan aku tahu bahwa rezeki itu datangnya dari Allah.
namun Zandar tetap ingin mengetahui jawaban selanjutnya.lalu apalagi"tegas Zandar.
yang kedua   : kau boleh melakukan maksiat sesukamu,tetapi jangan sekali-kali kau melakukan hal itu di bumi Allah swt.Zandarpun kembali terdiam
SAHABAT,BAGAIMANA MUNGKIN KITA DAPAT MELAKUKAN MAKSIAT DITEMPAT LAIN,PADAHAL KITA HIDUP DIBUMI INI, KITA TINGGAL DIBUMI YANG ALLAH SWT LAH PENCIPTANYA DAN KITA TAHU KITA TIDAK MUNGKIN BISA MELAKUKAN MAKSIAT DITEMPAT LAIN.
[(Dialah) Yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia mengeluarkan dengan hujan itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kalian mengadakan bagi Allah sekutu-sekutu, padahal kalian mengetahui.

rasa penasaran Zandarpun semakin besar,dan Zandarpun berkata,"lalu apalagi" 

yang ketiga  :kau boleh melakukan maksiat asalkan kau bisa hidup selama-lamanya.Zandarpun berfikir kembali

BAGAIMANA MUNGKIN KITA BISA HIDUP SELAMA-LAMANYA,PADAHAL KITA TAHU SEMUA YANG BERNAFAS PASTI AKAN MENGALAMI MATI,DAN TAK ADA SEORANG[UN YANG DAPAT MEMAJUKAN ATAU MEMANJANGKAN UMURNYA WALAUPUN HANYA SATU DETIK.

dengan perasaan malu Zandarpun tetap ingin mengetahui jawaban selanjutnya

yang keempat  :kau boleh melakukan maksiat asalkan ketika kau berada dialam kubur ataupun ketika kau berada di dalam neraka,namun kau bisa menyuap para malaikat Allah. 

BAGAIMANA MUNGKIN KITA DAPAT MENYUAP PARA MALAIKAT ALLAH,PADAHAL KITA TAHU MALAIKAT ADALAH MAKHLUK YANG PALING TAAT KEPADA ALLAH

dan sang ulama itupun langsung meneruskan jawabannya yang terakhir

yang kelima atau yang terakhir : kau boleh melakukan apapun yang ingin kau lakukan sesukamu,asalkan kau melakukannya tanpa diketahui oleh siapapusegala perbuatan apapun yang kita lakukan , n. 

MENDENGAN KATA SIAPAPUN PASTI KITA BERFIKIR,,MUNGKIN KITA BISA MENGHINDAR DARI DARI PANDANGAN MANUSIA, NAMUN TIDAK MUNGKIN BISA MENGHINDAR DARI PANDANGAN ALLAH SWT.AIR HUJAN YANG TURUN DIBUMI INIPUN DAPAT DIHITUNG OLEH ALLAH, APALAGI PERBUATAN KITA.

daan ketika itupun Zandar menangis dan bertaubat kepada Allah atas perbuatannya yang terdahulu.dan iapun berjanji tidak akan mengulanginya lagi..

wahai paara pembaca.dari kisah ini kita dapat mengambil hikmah, bahwa  segala perbuatan apapun yang kita lakukan , baik ataupun buruk akan diketahui oleh Allah swt.jadi berfikirlah dahulu ketika kita akan melakukan sesuatu
semoga dari kisah ini dapat menghindarkan kita dari perbuatan buruk..AMIN 

sumber : http://solidaritasklasik.blogspot.com/2011/08/taubatnya-pelaku-maksiat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar