Hari Ini Yang Sebentar
Masa depan menurut kelompok ini adalah sesuatu yang absrak. Karena abstrak, ia mengandung ketidakjelasan. Dan tidaklah semestinya manusia sebagai makhluk yang real dan empiris berhubungan dengan ketidakjelasan dan abstrak. Karena itu berarti seperti membangun diatas pasir dan menulis diudara.
Mereka itulah orang – orang yang tenggelam dalam dunianya yang sekarang, dan tidak ada keinginan untuk menyongsong hari esok. Mereka tidak mau mengambil pelajaran dari masa lalu.
Mereka tercipta hanya untuk masanya sendiri. Yakin mereka tidak berpikir dan tidak memperhatikan kecuali pada hal – hal sesaat dan melenakan. Mereka bergumul dan berfoya – foya di dalamnya, tanpa menyempatkan diri untuk bercermin dengan masa lalunya atau berfikir tentang hari depan mereka.
Pada hakikatnya, hari ini adalah pembatas antara kemarin dan hari esok. Inilah yang menjadikan seorang penyair berdendang:
Masa itu hanya ada dua
Merenungkan apa – apa yang telah lalu
Dan memikirkan apa – apa yang bakal kekal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar